Titan (2025)

Kadang masalah menghampiri kita. Tapi tidak jarang kitalah yang justru menghampiri masalah. Itu yang menurut saya terjadi dalam sebuah bencana tragis yang kemudian dijadikan film dokumenter oleh Netflix dengan judul Titan di pertengahan tahun 2025.

Film dokumenter ini menggambarkan perjalanan proyek kapal selam swasta yang digadang-gadang bisa membawa orang menyelam dan menikmati pemandangan misterius bangkai kapal yang bisa jadi paling terkenal seantero jagad, bangkai kapal Tinanic.

Perusahaan yang mengembangkan kapal selam ini adalah OceanGate pimpinan Stockton Rush. Rush awalnya mengajak begitu banyak ilmuwan cerdas untuk bekerjasama mengembangkan proyek ambisius ini. Tidak hanya ilmuwan kelautan, bahkan ilmuwan pesawat udarapun diajaknya dalam rangka menghitung tekanan yang harus mampu ditahan oleh kapal selamnya ketika harus menyelam pada kedalaman lebih dari 4000 meter.

Sayangnya, dalam perjalanannya ego Rush justru menggerogoti logika dan ilmu pengetahuan dalam proyek ini. Satu per satu ilmuwan mundur karena kemauan Rush makin tidak masuk akal. Semua perhitungan matematis telah diberikan tapi Rush yang sudah termakan oleh egonya sendiri makin terlarut dan mengabaikannya. Di sinilah terjadi apa yang saya tulis di awal, bahwa Rush sedang meniti jalan untuk menghampiri masalah dan hasilnya sudah dapat diprediksi: BENCANA!

Film dokumenter berdurasi 1 jam dan 51 menit ini seolah mengingatkan hal-hal yang kontradiktif. Pertama adalah tentang kapal Titanic yang konon dengan sombong dikatakan sebagai kapal yang bahkan Tuhanpun takkan mampu menenggelamkannya namun justru tenggelam dalam pelayaran pertama dan terakhirnya di tahun 1912. Kemudian muncul Rush yang menentang segala ilmu alam dan bersumpah tidak akan ada orang yang mati dalam pengawasannya, namun justru mati ketika mencoba mendekati Titanic.

Hal-hal itu seolah menunjukkan bahwa Titanic dijadikan sebagai “monumen” kesombongan manusia. Bukan saya bermaksud untuk masuk ke dalam hal-hal religius, tapi bagi saya, menentang ilmu pengetahuan adalah sama dengan menyombongkan diri dan tentu saja akan mendekatkan pelakunya pada masalah atau bahkan bencana.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *