Berlatar sebuah dunia yang sedang menghadapi kiamat demografi alias kebanyakan penduduk sementara sumber daya alam makin menipis, film ini dibuka secara kontroversial dengan memberitakan kebijakan bahwa tiap negara harus mengurangi jumlah penduduknya secara signifikan. Jadi bukan lagi mengurangi laju pertumbuhan penduduk, tapi benar-benar mengurangi jumlah penduduk yang sudah ada dengan eutanasia.
Film kemudian mengerucut pada keluarga pembawa acara terkenal bernama Charles York yang sore itu dikagetkan oleh keputusan Charles dan Dawn (istrinya) untuk ikut program eutanasia sukarela demi mendukung program pemerintah. Anak2 mereka kemudian beradu argumen bahwa keputusan itu adalah keputusan yang salah karena keluarga dengan “kasta” setinggi mereka tidak perlu ikut program itu. Program itu hanyalah untuk orang-orang miskin karena memang program ini menjanjikan uang yang tidak sedikit sebagai kompensasi. Di tengah adu argumen itulah Dawn tiba-tiba menghilang.
Masalah jadi makin rumit ketika petugas dari D.O.C.S (Department Of Citizen Strategy), perusahaan swasta yang diberi wewenang oleh pemerintah untuk melaksanakan program eutanasia datang. Awalnya Charles ingin membatalkan keikutsertaannya dalam program eutanasia ini karena istrinya mendadak menghilang. Namun setelah petugas D.O.C.S memberikan dokumen berisi konsekuensi dari pembatalan itu maka Charlespun memikirkan ulang keputusannya.
Tidak berhenti sampai di situ. Kerumitan makin menjadi-jadi ketika petugas D.O.C.S nirempati tidak peduli alasan apapun, yang penting dia harus membawa dua mayat dari rumah itu. Kalau Dawn memang tidak bisa ditemukan maka salah satu anak dari keluarga York harus dikorbankan. Di sinilah konflik makin memuncak. Siapa yang kemudian rela jadi korban? Atau mereka masing-masing harus mempertahankan hidup agar tidak jadi korban pembunuhan oleh saudaranya sendiri?
Bagi saya film ini sungguh menebar teror bahkan sejak adegan pertama hingga akhir. Isu-isu berat seperti kerusakan lingkungan, ledakan jumlah penduduk, perang antar kelas sosial, dan swastanisasi pemerintah dibawakan dengan sangat intens dalam film ini. Belum lagi penggambaran tentang insting bertahan hidup manusia dalam tekanan yang begitu tinggi sangat menarik untuk diikuti.
Hebatnya film ini hanya melibatkan jumlah pemeran yang sedikit dan lokasi syuting yang terbatas. Ini menandakan bahwa menariknya film ini adalah karena kekuatan dialog dan akting para pemain di dalamnya sehingga visual efek sangat minim dibutuhkan. Ini benar-benar nilai plus bagi saya.
Terakhir, nilai dari saya untuk film ini adalah 4 dari 5 bintang.

