Kisah Pendek untuk Cinta yang Panjang

Mungkin mereka masih saling mencintai.
Mungkin mereka ingin saling melupakan.
Bisa jadi mereka gagal untuk terus mencintai,
sekaligus tak pernah berhasil untuk
saling melupakan.
– Puthut EA

Puthut EA lagi-lagi membuat saya terpana gara-gara novelnya percintaannya yang padat dengan kata-kata indah yang terasa “relate” banget sama keadaan saya dan bisa jadi keadaan banyak orang yang pernah merasakan cinta yang kandas.

Jadi konon novel 109 halaman yang berhasil saya selesaikan dalam sekali duduk ini adalah kelanjutan dari novel pertama Puthut yang ditulis 19 tahun lalu.
Memang sih, novel ini terasa sebagai suatu kelanjutan atas sebuah cerita. Tapi bagi saya yang belum membaca buku pertamanya, novel ini juga bisa menjadi novel yang bediri sendiri dan membuat penasaran untuk membaca buku pertama itu.

Jadi apa sih cerita dalam buku ini?

Awalnya adalah hujan (iya, hujan tuh sering diromantisasi jadi suasana syahdu yang otomatis membentuk sebuah pikiran romantis di kepala kita) dan sebuah restoran yang terletak di rooftop, juga cappuccino dan rokok, paket lengkap banget ya untuk bikin gambar melow-melow gimana gitu.

Inilah suasana yang digambarkan Puthut sebagai pembuka buku ini. Sebuah pertemuan pertama dua orang yang dulu pernah saling cinta dan berhubungan dekat namun 20 tahun terpisah tanpa kabar. Iya, 20 tahun lalu Vee tiba-tiba menghilang dari hidup Ayos. Meninggalkan luka yang begitu dalam pada Ayos (ditinggal ketika lagi sayang-sayangnya tuh memang sakit banget ya!) sehingga selama itu Ayos tidak pernah menghubungi Vee lagi sampai seminggu sebelum pertemuan ini.

Seperti biasa, dan ini relate banget sih, dalam pertemuan dua orang yang pernah dekat namun berpuluh tahun berpisah tanpa kabar tuh pasti muncul rasa canggung ya. Jadi obrolan yang muncul adalah basa-basi yang sangat basi. Dari nanya kabar, nanya keadaan keluarga masing-masing, cerita-cerita sedikit tentang teman-teman yang saling dikenal, dan yang gitu-gitu. Yang lucu, Puthut tidak lupa membawa kondisi kekinian dalam novel ini. Jadi ada tuh obrolan yang saling ejek ketika ketahuan salah satu di antara mereka suka nge-stalk media sosial yang lain.

Tapi lama kelamaan, ketika suasana sudah mulai mencair, muncul juga pertanyaan berat tentang kenapa dulu mereka berpisah. Ayos tentu masih mencoba mencari jawaban kenapa tiba-tiba Vee menghilang. Kenapa tiba-tiba dia diputus sepihak tanpa penjelasan sedikitpun.

Cerita kemudian berlanjut pada situasi 5 tahun setelah pertemuan itu di mana lagi-lagi Ayos dan Vee tidak pernah bertukar kabar. Kali ini giliran POV-nya Vee yang diceritakan. Lengkap banget ya, dua sudut pandang dikisahkan dalam novel pendek ini (sesuai judulnya kan!).

Begitu kita menua, mungkin ada rasa sesal.
Itu wajar.
Tapi hidup tidak bisa kita putar ke arah belakang.
– Puthut EA

Bagi saya novel ini sangat menarik. Cara bercerita Puthut yang sangat mengalir ditambah dengan penggambaran suasana yang membungkus cerita jadi begitu nyata adalah kelebihan dari novel ini.

Buat saya yang baru pertama kali menjajal untuk membaca karya Puthut, jelas novel ini berhasil membuat saya penasaran untuk membaca karya-karyanya yang lain.

Penilaian saya untuk buku ini: 4,5 dari 5 bintang!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *